Rabu, 26 April 2017

Tugas fotografi essai dan seri

ESSAI

1.
Sampah dan panorama indah bukanlah pemandangan yang serasi.  Tetapi pemandangan sejenis sepertinya menjadi pemandangan yang wajar bagi masyarakat sekitar. Terletak di jalan menuju pantai Zakat, tempat ini sepertinya sudah dianggap menjadi tempat untuk membuang sampah oleh masyarakat. Sampah-sampah ini merupakan sumbangan dari masyarakat sekitar dan orang-orang yang berlintas di jalan ini. Kegiatan membuang sampah di tempat ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar dilakukan setiap orang. Meskipun tempat ini sempat dibersihkan oleh pemerintah daerah serta menghimbau masyarakat melalui plang yang ditancapkan tepat di dekat sampah-sampah ini, masyarakat tetap saja kembali pada kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.


Tentu saja sampah-sampah ini sangat mengurangi keindahan pantai dan panorama sekitar. Pemandangan yang hijau dengan pepohonan, juga pantai dengan ombak yang menderu lembut dan langit yang penuh arakan awan sangat kontras dengan limbah masyarakat. Potensi alam dan wisata di daerah pantai Bengkulu menjadi tidak optimal karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang masih sangat rendah. Diperlukan program jangka panjang untuk mengedukasi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.

2. 

Sepasang ibu dan anak ini sedang memandang keberangkatan suami yang juga ayah untuk mencari ikan ke laut. Saat itu hari sudah senja dan nelayan-nelayan mulai beranjak ke perahu mereka untuk mengarungi laut. Mereka memandang ke salah satu perahu dari antara perahu-perahu lainnya yang mulai bersiap meninggalkan tepi pantai. Mesin motor menderu dan perahu perlahan bergerak menuju lautan dengan diarahkan oleh sang nelayan. Pasang laut membuat ombak menderu lebih keras dan angin bertiup lebih kencang menghantarkan perahu menjemput ikan.


Berdua, ibu dan anak ini menatap sosok kebanggan mereka dari tepi pantai. Sambil menikmati hembusan angin senja mereka berbincang tentang sang ayah. Mereka menyempatkan diri keluar dari rumah mereka yang mungil tak jauh dari tepi pantai untuk menghantarkan kepergian imam mereka dengan senyuman. Ini adalah hal yang sering mereka lakukan di setiap sore. Senyuman dan canda tawa mereka menghangatkan suasana senja yang mulai terasa dingin. Mengharapkan kepulangannya dengan selamat dan membawa rezeki yang baik ke rumah merek

3.

Hari sudah beranjak sore dan jalanan pasar mulai sepi. Nenek Sari segera menutup dagangannya untuk beranjak pulang ke rumahnya yang tak jauh dari pasar. Tubuhnya terlihat bungkuk dan kurus, kulitnya hitam terbakar sinar matahari dan menggunakan kacamata untuk memperjelas pandangan matanya yang kabur dimakan umur. Nenek biasanya berjualan di pinggir jalan pasar Minggu, dimana angkutan umum biasa lalu lalang. Tak banyak yang dijual oleh nenek Sari. Biasanya sayur-sayuran dan sedikit buah-buahan. Dagangannya ada yang ia hasilkan sendiri dari berkebun dan ada yang dibeli dari penjual sayur. Setiap hari nenek berumur 78 tahun ini berjualan dari saban hari sampai pada petang. Tak banyak yang dapat diperoleh Nenek Sari setiap harinya, namun ia selalu beryukur untuk segala kecukupan kebutuhan ia dan keluarga.



SERI
1. 

Pembukaan dengan menyanyikan lagu Mars Pendidikan Tenera oleh seluruh siswa dan siswi Sekolah Tenera yang dipimpin oleh para guru dan pengurus pendidikan.

2.



Acara ini diikuti oleh seluruh siswa siswi Sekolah Tenera dengan membuka stand-stand yang berisi pameran karya-karya para siswa mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Acara ini dihadiri oleh para orangtua dan warga sekitar serta tamu undangan.

3. 

Anak-anak kecil dari TK Tenera menampilkan nyanyian dan tarian dengan memakai aksesori yag lucu-lucu dan menarik. Banyak orangtua yang sangat terhibur akan penampilan mereka yang bersemangat.

4. 

Acara ini diisi oleh penampilan-penampilan kesenian dari anak-anak Tenera. Ini adalah tarian menampi yang dipersembahkan oleh anak-anak SD Tenera.

5.

Sedangkan, anak-anak tingkat SMP menampilkan tarian yang mengisahkan memanen yang dibawakan oleh penari-penari wanita yang cantik.


6. 

Dan siswa-siswi SMA Tenera menampilkan lakon dengan latar tempat perkebunan kelapa sawit.


7. 

Acara ini ditutup dengan membagikan balon-balon yang diterbangkan dari atas kepada anak-anak yang ada di bawah. Semua orang bersenang-senang dan menyanyikan selamat ulang dengan ceria menutup hari perayaan Agricinal Pelangiku.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar