1.
Sampah
dan panorama indah bukanlah pemandangan yang serasi. Tetapi pemandangan sejenis sepertinya menjadi
pemandangan yang wajar bagi masyarakat sekitar. Terletak di jalan menuju pantai
Zakat, tempat ini sepertinya sudah dianggap menjadi tempat untuk membuang sampah
oleh masyarakat. Sampah-sampah ini merupakan sumbangan dari masyarakat sekitar
dan orang-orang yang berlintas di jalan ini. Kegiatan membuang sampah di tempat
ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar dilakukan setiap orang. Meskipun
tempat ini sempat dibersihkan oleh pemerintah daerah serta menghimbau
masyarakat melalui plang yang ditancapkan tepat di dekat sampah-sampah ini,
masyarakat tetap saja kembali pada kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan.
Tentu
saja sampah-sampah ini sangat mengurangi keindahan pantai dan panorama sekitar.
Pemandangan yang hijau dengan pepohonan, juga pantai dengan ombak yang menderu
lembut dan langit yang penuh arakan awan sangat kontras dengan limbah
masyarakat. Potensi alam dan wisata di daerah pantai Bengkulu menjadi tidak
optimal karena kesadaran masyarakat terhadap kebersihan yang masih sangat
rendah. Diperlukan program jangka panjang untuk mengedukasi masyarakat dalam
meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan.
2.
Sepasang
ibu dan anak ini sedang memandang keberangkatan suami yang juga ayah untuk
mencari ikan ke laut. Saat itu hari sudah senja dan nelayan-nelayan mulai
beranjak ke perahu mereka untuk mengarungi laut. Mereka memandang ke salah satu
perahu dari antara perahu-perahu lainnya yang mulai bersiap meninggalkan tepi
pantai. Mesin motor menderu dan perahu perlahan bergerak menuju lautan dengan
diarahkan oleh sang nelayan. Pasang laut membuat ombak menderu lebih keras dan
angin bertiup lebih kencang menghantarkan perahu menjemput ikan.
Berdua,
ibu dan anak ini menatap sosok kebanggan mereka dari tepi pantai. Sambil menikmati
hembusan angin senja mereka berbincang tentang sang ayah. Mereka menyempatkan
diri keluar dari rumah mereka yang mungil tak jauh dari tepi pantai untuk
menghantarkan kepergian imam mereka dengan senyuman. Ini adalah hal yang sering
mereka lakukan di setiap sore. Senyuman dan canda tawa mereka menghangatkan
suasana senja yang mulai terasa dingin. Mengharapkan kepulangannya dengan
selamat dan membawa rezeki yang baik ke rumah merek
3.
Hari
sudah beranjak sore dan jalanan pasar mulai sepi. Nenek Sari segera menutup
dagangannya untuk beranjak pulang ke rumahnya yang tak jauh dari pasar.
Tubuhnya terlihat bungkuk dan kurus, kulitnya hitam terbakar sinar matahari dan
menggunakan kacamata untuk memperjelas pandangan matanya yang kabur dimakan
umur. Nenek biasanya berjualan di pinggir jalan pasar Minggu, dimana angkutan
umum biasa lalu lalang. Tak banyak yang dijual oleh nenek Sari. Biasanya
sayur-sayuran dan sedikit buah-buahan. Dagangannya ada yang ia hasilkan sendiri
dari berkebun dan ada yang dibeli dari penjual sayur. Setiap hari nenek berumur
78 tahun ini berjualan dari saban hari sampai pada petang. Tak banyak yang
dapat diperoleh Nenek Sari setiap harinya, namun ia selalu beryukur untuk
segala kecukupan kebutuhan ia dan keluarga.
SERI
1.
Pembukaan dengan menyanyikan lagu Mars Pendidikan
Tenera oleh seluruh siswa dan siswi Sekolah Tenera yang dipimpin oleh para guru
dan pengurus pendidikan.
2.
Acara ini diikuti oleh seluruh siswa siswi Sekolah
Tenera dengan membuka stand-stand yang berisi pameran karya-karya para siswa
mulai dari TK, SD, SMP dan SMA. Acara ini dihadiri oleh para orangtua dan warga
sekitar serta tamu undangan.
3.
Anak-anak kecil dari TK Tenera menampilkan nyanyian
dan tarian dengan memakai aksesori yag lucu-lucu dan menarik. Banyak orangtua
yang sangat terhibur akan penampilan mereka yang bersemangat.
4.
Acara ini diisi oleh penampilan-penampilan kesenian
dari anak-anak Tenera. Ini adalah tarian menampi yang dipersembahkan oleh
anak-anak SD Tenera.
5.
Sedangkan, anak-anak tingkat SMP menampilkan tarian
yang mengisahkan memanen yang dibawakan oleh penari-penari wanita yang cantik.
Dan siswa-siswi SMA Tenera menampilkan lakon dengan
latar tempat perkebunan kelapa sawit.
Acara ini ditutup dengan membagikan balon-balon yang
diterbangkan dari atas kepada anak-anak yang ada di bawah. Semua orang
bersenang-senang dan menyanyikan selamat ulang dengan ceria menutup hari
perayaan Agricinal Pelangiku.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar